25views, 4 likes, 0 loves, 2 comments, 2 shares, Facebook Watch Videos from Surau Silaturrahim: Tajuk : "Hormati yang tua, Sayangi yang muda"
Skip to content HomeLandasan AgamaFikih dan MuamalahNasihat HatiNasihat UlamaSejarah IslamHomeLandasan AgamaFikih dan MuamalahNasihat HatiNasihat UlamaSejarah IslamHomeLandasan AgamaFikih dan MuamalahNasihat HatiNasihat UlamaSejarah Islam SAYANGI YANG MUDA HORMATI YANG TUA SAYANGI YANG MUDA HORMATI YANG TUA بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ SAYANGI YANG MUDA HORMATI YANG TUA Hendaklah kita tidak melupakan akhlak yang mulia ini. Mari kita hiasi diri kita dengannya, karena setiap insan memiliki hak-hak sesama yang harus dijaga. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيُوَقِّرْ كَبِيرَنَا “Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi yang lebih muda, atau tidak menghormati yang lebih tua.” [HR. at-Tirmidzi no. 1842 dari shahabat Anas bin Malik radhiyallahu anhu] [1]. Yang dimaksud dengan sabdanya Bukan termasuk golongan kami’, adalah bukan termasuk orang yang mengikuti jalan kami secara sempurna. [2]. Maksud dari perkataanya Orang yang tidak menghormati yang lebih tua’, yaitu tidak menunaikan haknya dengan memuliakan dan menghormati mereka. [3]. Arti dari sabdanya Tidak menyayangi yang lebih muda, ialah berlaku lemah lembut kepada yang lebih muda, yaitu dengan membimbing dan mengajarinya. Karena menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi orang yang lebih muda, kemudian memerintahkan pada suatu kebaikan, serta mencegah dari kejelekan termasuk sunnah para Nabi dan Rasul. Sehingga barang siapa yang enggan mengikuti petunjuk mereka, maka mereka dikatakan tidak termasuk meniti jalan para Nabi dan Rasul secara sempurna. Dan di dalam hadis ini menunjukkan keutamaan orang yang berbudi pekerti yang luhur seperti berakhlak yang mulia dan agung, serta adanya ancaman bagi yang berpaling dari itu semuanya. Dan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah ﷺ bersabda “Barang siapa yang tidak menyayangi orang yang lebih mudadi antara kami dan tidak mengerti hak orang yang lebih tua, maka dia bukan termasuk golongan kami.” [HR Bukhari dalam kitab Adabul Mufrad]. Kedua hadis tersebut menunjukkan perintah untuk kita menjaga hak yang lebih tua, yaitu menghormati orang yang lebih tua, dan menjaga hak yang lebih muda daripada, kita yaitu hak menyayanginya. Maka dari itu, hendaklah kita berusaha untuk menjadikan akhlak mulia ini terpatri dalam diri kita. Website Ikuti kami selengkapnya di WhatsApp +61 450 134 878 silakan mendaftar terlebih dahulu Website Email [email protected] Facebook Instagram NasihatSahabatCom Telegram Pinterest sayangiyangmuda hormatiyangtua adabakhlak akhlakmulia menyayangi menghormati Related Posts
1 Antara adab seorang Muslim adalah mengasihi anak-anak kecil, orang yang lebih muda serta menghormati orang yang lebih tua. 2. Menyayangi dan berlemah lembut kepada orang yang lebih muda kerana mereka perlu dibimbing diatas kekurangan akal dan ilmunya. 3. Menghormati orang yang lebih tua daripada kita termasuk sunnah Nabi. ‎”Bukan termasuk golonganku orang yang tidak menyayangi orang ‎muda diantara kami dan tidak menghormati orang yang tua” HR. Al-‎Tirmidzi.‎Rasulullah Saw. melalui sabdanya tersebut menunjukkan betapa ajaran ‎Islam itu sangat indah, peduli dengan perasaan setiap orang. Ya, siapa di ‎antara kita yang tidak ingin disayangi? Siapa pula di antara kita yang tidak ‎ingin dihormati? Penulis sangat yakin, bahwa setiap orang pasti ingin ‎disayangi dan dihormati. Hal ini pula yang diajarkan oleh Islam sekaligus ‎dicontohkan oleh Rasulullah Saw. dalam pergaulan sehari-hari dengan para ‎sahabatnya, juga dengan masyarakat sekitar tempat beliau tinggal.‎Menyayangi yang muda, menghormati yang tua. Sebuah pesan singkat ‎Sang Nabi Saw. tetapi menyimpan makna yang sangat dalam dan agung.‎Mari kita cermati kondisi masyarakat kita saat ini. Nilai-nilai luhur ‎ajaran Islam, juga tata krama bangsa Indonesia yang sangat menjunjung ‎tinggi penghormatan terhadap sesama, saling menyayangi dan mengasihi, ‎tampaknya kian hari kian memudar.‎Simak saja tayangan di layar kaca kita. Bagaimana seorang murid, ‎mislanya, yang seharusnya menghormati gurunya, justru melaporkannya ke ‎pihak yang berwajib, dan akhirnya sang guru dipenjara hanya gara-gara ‎ditegur karena melakukan suatu tindakan yang tidak pantas dilakukannya. Di ‎sisi lain, ada seorang kakak kelas, yang seharusnya menyayangi dan ‎membimbing adik kelasnya, justru tega menganiaya adik kelasnya itu hanya ‎karena masalah sepele.‎Mungkin hal-hal seperti inilah yang dikhawatirkan oleh Rasulullah Saw. ‎akan terjadi, jika rasa sayang dan hormat sudah hilang dari kehidupan kita. ‎Ternyata benar adanya. Benar-benar terjadi di era modern ini. Ketika ‎rasa hormat kepada orang yang lebih tua sudah tidak ada di hati anak-anak ‎muda, mereka tidak risih dan canggung lagi untuk melakukan tindakan ‎amoral dan kurang ajar kepada orang-orang tua. Sebaliknya, ketika rasa ‎sayang kepada orang yang lebih muda sudah sirna dari hati orang-orang tua, ‎maka tindak sewenang-wenang mudah saja mereka lakukan. Sikap ‎meremehkan kemampuan yang lebih muda, karena dianggap kurang ‎berpengalaman menjadi hal yang dianggap wajar belaka.‎Sungguh betapa visionernya Rasulullah Saw. Pesan sederhana namun ‎bermuatan nilai yang sangat luar biasa. Inilah yang seharusnya kita tanamkan ‎dalam diri kita masing-masing dalam menjalani aktivitas kehidupan sehari-‎hari, dalam pergaulan dengan masyarakat di lingkungan sekitar tempat ‎tinggal kita, dalam hubungan sosial kita dengan rekan kerja, kolega serta ‎siapa saja yang menjalin hubungan dengan kita.‎Saling menyayangi dan saling menghormati ibarat dua sisi mata uang ‎yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Jika kita yang muda ingin ‎disayangi yang tua, maka kita harus menghormati orang yang lebih tua dari ‎kita. Sebaliknya, jika orang tua ingin dihormati oleh anak muda, maka ia pun ‎harus menyayangi yang muda.‎‎Inilah hukum timbal balik yang berlaku umum. Jangan harap kita ‎disayangi oleh orang tua, jika kita tidak menghormati mereka. Pun demikian ‎halnya, jangan harap orang tua dihormati oleh anak muda, jika mereka tidak ‎menyayanginya. ‎‎*Ruang Inspirasi, Ahad, 9 Mei 2021/ 27 Ramadan 1442 H.‎Komentar Hormatiyang Tua, Sayangi yang Muda Bagikan: SUATU ketika, Ali radiyallahu'anhu berangkat ke masjid hendak menunaikan shalat fardhu. Di tengah perjalanan, ia terhadang oleh seorang kakek yang berjalan tertatih-tatih. Kakek yang sudah renta itu berjalan perlahan tetapi mengambil posisi di tengah, bukan di tepi.
\n \n hormati yang tua sayangi yang muda
Sepatutnyasemua orang tua perlu kita hormati terutama orang tua yang telah melahirkan dan membesarkan kita selama ini. Walaupun terdapat pandangan-pandangan yang tidak kita persetujui, namun terangkan secara lembut dan berhemah. Sekiranya tidak diterima, mengalahlah kepada mereka dan elakkan perdebatan agar tidak mewujudkan bibit-bibit
Menghormatiorang yang lebih tua daripada kita dan mengasihi yang lebih muda merupakan sunnah Nabi SAW yang mulia. 3. Ayuh kita laksanakan kehidupan Islam yang sebenar dan hidupkan semua sunnah Nabi SAW sepertimana yang dianjurkan oleh baginda untuk keberkatan dan kesejahteraan kehidupan di dunia.
YangTua Dihormati, Yang Kecil Disayangi. Tiada tatanan kehidupan yang lebih indah dari yang dibawa oleh syariat Islam. Konsep menuju kehidupan yang tenteram dan damai, baik sebagai individu maupun kelompok, telah dipaparkan dengan gamblangnya dalam ayat-ayat Al-Qur'an dan hadits-hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. WFBrs98. 131 341 338 38 145 361 469 350 164

hormati yang tua sayangi yang muda